Friday, March 9, 2012

HAKIKAT KEHIDUPAN (ASY SYAHID IMAM HASAN AL BANNA)



Pada awal suatu tahun saya pernah berkata kepada seseorang, "Berilah aku cahaya yang dapat aku jadikan pelita dalam menelusuri alam kehidupan yang ghaib dan majhul ini. Karena saya dalam kebingungan". Lalu orang itu menjawab, "Letakkanlah tanganmu di tangan Allah, niscaya Dia akan menunjukkan ke jalan yang lurus"


Dan di sebuah persimpangan jalan berhentilah seorang musafir kelana yang berjalan mengarungi padang kehidupan. Ia menoleh ke belakang melihat jauhnya perjalanan yang harus ditempuhnya lagi.


Wahai orang yang sedang kebingungan di padang kehidupan, sampai kapankah engkau hidup dalam petualangan dan kesesatan. Padahal di tanganmu ada pelita yang bersinar cemerlang.


"Telah datang kepadamu Cahaya dan Kitab yang terang dari Allah. Allah membimbing dengannya. Siapa yagn mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan membawa mereka dengan izin-Nya keluar dari kegelapan menuju cahaya. Menunjuki mereka jalan yang lempang". (QS : Al-Maidah : 15-16)


Wahai orang-orang yang kebingungan, yang telah letih dan kehilangan haluan, hingga tersesat jalan dan menyimpang dari jalan yang lempang, sambutlah oleh panggilan Allah Azza Wa Jalla.


"Wahai hamba-hamba-Ku ya g melanggar batas hingga merugikan diri sendiri, janganlah berputus asa rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni segala dosa, karena Ia Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kepada Tuhanmu, berserahlah kepada-Nya, sebelum datang kepadamu siksaan. Sebab sesudah itu tiada beroleh pertolongan." (QS : Az-Zumar : 53-54)


Dan nantikanlah sesudah itu ketenteraman jiwa, balasan yang baik dan ketenangan hati.


"Dan orang-orang yang setelah melakukan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, ingat akan Allah dan memohon ampun atas segala dosa-dosanya. Dan siapakah yagn memberi ampun atas segala dosa kecuali Allah? Dan tiada meneruskan perbuatannya karena mereka sadar. Bagi mereka balasannya ialah ampunan dari Tuhannya.Dan surga-surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya . Alangkah nikmat pahala orang yang beramal (QS: Ali Imron 135-136


Wahai saudara yang sedang penat dan letih, yang tersungkur di bawah tindihan beban noda dan dosa, kepadamu kusampaikan bisikan kata bahwa pintu ampunan Tuhanmu luas terbuka. Dan ratap tangis orang yang bersalah lebih disukai daripada doa orang yang patuh.


Duduklah engkau di malam sunyi, berbisik kepada Ilahi, menghadap dengan sepenuh hati. Teteskanlah air mata penyesalan dan kesedihan, ucapkanlah kalimat istighfar dan kata taubat. Semoga Allah mengapuskan semua noda dan dosamu dan mengangkat tinggi derajatmu. Dan semoga pula engkau menjadi orang yang didekatkan kepada-Nya.


Rasulullah bersabda :"Semua anak Adam pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah yang bertaubat". (HR :Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim dan Darimi)


Firman Allah Ta'ala :"Sungguh, Allah cinta orang yang taubat.Dan cinta orang yang bersuci diri". (QS : al-Baqarah : 222).


Alangkah dekatnya Tuhanmu kepada dirimu, sedangkan engkau tak mau mendekati-Nya. Alangkah cintanya Dia kepadamu, sedangkan engkau tak mau mencintai-Nya. Alangkah besarnya kasih sayang-Nya kepadamu, sedangkan engkau melupakan kasih-sayang-Nya. Sesungguhnya Ia telah berkata dalam hadith:


Alangkah dekatnya Tuhanmu kepada dirimu, sedangkan engkau tak mau mendekati-Nya. Alangkah cintanya Dia kepadamu, sedangkan engkau tak mau mencintai-Nya. Alangkah besarnya kasih sayang-Nya kepadamu, sedangkan engkau melupakan kasih-sayang-Nya. 


Dan dalam hadist qudsi yang lain :"Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati Aku niscaya Aku akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berlarimendekatimu". (HR : Ahmad).


Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda :"Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam, supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari. Begitulah hingga matahari terbit dari barat." (HR : Muslim).


Yang demikian itu menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang melebihi kasih ibu kepada anak tunggal yang disayanginya.


Firman-Nya :"Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia". (QS : al-Hajj : 63)


Barangsiapa yagn mengerti hakikat waktu, maka ia telah mengetahui nilai kehidupan, sebab waktu adalah kehidupan.


Ketika roda zaman berputar, melintasi tahun-tahun kehidupan untuk menyongsong tahun yang baru lagi, kita berhenti di persimpangan jalan. Dan alangkah perlunya pada kesempatan yang hanya sebentar ini. Kita melakukan koreksi diri terhadap masa-masa lalu dan menilikkan pandangan ke depan sebelum datangnya hari hisab (perhitungan). Karena hari perhitungan itu pasti datang.


Saat masa berlalu, kita hanya bisa sesali dosa-dosa. Maka, kita perlu mengatur langkah sebaik-baiknya agar tak tergelincir lagi. Kita luruskan yang bengkok, dan kita kejar yang terluput. Senyampang masih ada kesempatan, senyampang masih ada umur.


Dan untuk menghadapi masa yang akan datang, kita buat persiapan berupa hati yang bersih, niat yang suci, dan kemauan yang kuat untuk melakukan kebijakan. Al-Qadhi Abu Nashr Muhammad bin Wad'an meriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata : "Aku mendengar Rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda dalam satu khutbahnya :


"Wahai manusia! Sesungguhnya kamu mempunyai rambu petunjuk jalan, karena itu ikutilah petunjuk (rambu-rambu), dan kamu mempunyai batas, karena itu berhentilah pada batas akhirmu. Sesungguhnya orang mukmin itu berada diantara dua ketakutan, antara waktu yang telah lampau di mana ia tidak tahu apa yang diperbuat Allah terhadap dirinya dalam waktu yang lampau itu, dan antara waktu yang masih tersisa di mana ia tidak tahu apa yang ditetapkan Allah dalam sisa waktu (usianya) itu. Karena itu, hendaklah seseorang hamba memanfaatkan dirinya dengan sebaik-baiknya demi keselamatan dirinya sendiri nanti, menggunakan kehidupan  dunianya sebaik mungkin demi untuk akhiratnya, menggunakan masa mudanya sebelum masa tuanya, dan memudahkan masa hidupnya sebelum ajalnya tiba.Demi Dzat Allah, yang jiwa Muhammad bearda di tangan-Nya, sesudah kematian tak ada kepayahan, sesudah kehidupan dunia tak ada kehidupan, melainkan surga atau nereka".


Maka: "Tiada suatu hari pun yang fajarnya menyingsing melainkan Ia berseru : "Wahai anak Adam! Aku adalah makhluk yang baru, dan Aku menyaksikan segala amal perbuatanmu, maka ambillah bekal dari pada-Ku, karena sesungguhnya Aku tidak akan kembali lagi hingga datangnya hari kiamat nanti". (HR : Abu Nu'aim).


Wahai saudara-saudaraku yang telah letih, yang tersungkur di bawah tindihan noda dan dosa-dosa, janganlah anda berputus asa dan jangan pula putus harapan. Inilah saat pengampunan yang datang bersamaan dengan datangnya tahun baru hijriyah. Tinggalkanlah segaka kemaksiatan dan dosa, menuju kehidupan baru yang lebih bersih.


Inilah hembusan angin penerimaan taubat yang dengan lemah lembut menerpa wajah tahun baru, yang indah. Inilah cahaya hidayah yang memancar bersamaan dengan terbitnya bulan sabit yang cerah. Wallahu'alam.


P/S: KARYA ASY- SYAHID IMAM HASAN AL BANNA

Thursday, March 8, 2012

ANTARA SOLAT FARDHU DAN SOLAT SUNAT


Salam'alayk, Alhamdulillah pertama dan selamanya, setinggi dan segunung kesyukuran penulis panjatkan kepada sang Pencipta yang Maha Agung, yang telah memberikan nafas yang segar-bugar ini taktala diri masih dalam keadaan penuh dengan noda dosa, namun dengan kasi sayang-Nya kita masi diberikan peluang untuk menikmati segala yang dihamparkan oleh Allah SWT diatas muka bumi ini. Penulis menyeru kepada saudara/ri pembaca sekalian untuk kita sama-sama menterjemahkan segala bentuk kesenangan ini kepada bentuk penghambaan yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT, semoga kita terus konsisten serta tsabat diatas jalan juang yang rencam yang sarat dengan kepahitan ini. Namun pada pengakhiran hidup ini kelak, Allah akan menghamparkan syurga didepan mata bagi mereka yang benar-benar ikhlas dijalan juang ini. 

Selawat dan salam keatas Nabi kita yang tercinta, kepada kaum kerabat baginda kepada sahabat-sahabat baginda yang telah menebarkan wangian Islam diatas muka bumi ini.


Alhamdulillah, pada kali ini penulis akan cuba berkongsi karya daripada ulama' nusantara yang tidak asing lagi bagi kita, Tuan Guru Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu al- Banjari al-Makki yang merupakan syaikhul Ma'ahad, Al-Ma'had az- Zein al-'Ali lit Tafaqquh fid Din wa tahfizil Quran, Bogor jawa Barat.

Tuan Guru telah menjawab persoalan antara solat fardhu dan solat sunat, yang mana jelas yang perlu diutamakan diantara kedua-dua solat itu ialah solat fardhu. diantara soalan dan jawaban yang telah dikemukakan:-

SOALAN: Apakah boleh melaksanakan solat sunat jika seseorang masih ada lagi solat wajib yang belum dikerjakan?



JAWAPAN SYEIKH: Jelas yang perlu diutamakan dahulu adalah solat fardhu kerana keutamaan, kelebihan dan tuntutannya. Disebutkan juga didalam kitab-kitab fikah termasuk kitab I'anah ath-Tholibin karangan Syaikh Abu Bakar Syatho (w 1013H) diakatakan tidak boleh melaksanakan solat sunat jika masih ada solat wajib (qadha'an) yang belum dilaksanakan. Ada juga pendapat yang mengatakan haram. Walaubagaimanapun, terdapat ulasan dan pendapat daripada masyaikh yang mengatakan, tidak boleh mengerjakan solat sunat jika masih ada solat wajib (qadha'an), hanyalah bila waktu sempit yang hanya boleh digunakan untuk solat wajib (qadha'an sahaja. Umpamanya, seseorang yang masih belum melaksanakannya solat qadha'an lima waktu dan pada pukul 1.30 tengahari, dia akan dihukum bunuh. Maka, dalam keadaan begini, setelah melaksanakan solat Zuhur pada 12.30 tengahari, dia hanya boleh mengqadhakan solat qadha'an yang belum dilaksanakan dan tidak boleh dia melakukan solat sunat dalam tempoh itu (iaitu dari 12.30 tengahari sehingga 1.30 tengahari) kerana jika dia melaksanakan solat sunat pada waktu itu, solat qadha'an tidak akan dapat diganti. 
     
Dalam pertimbangan yang lain, kenapa harus melakukan solat sunat, sedangkan pahala melakukan solat sunat hanya satu sahaja dan satu solat wajib sama dengan 70 solat sunat. Ia lebih istimewa lagi ketika ramadhan. Rasulullah SAW menyebutkan :-

"Sesiapa yang mendekatkan dirinya dalamnya (bulan ramadhan) dengan mengerjakan satu perkara dari kebaikan, adalah seumpama dia mengerjakan satu kefardhuan dalam bulan selainnya. Dan sesiapa yang mengerjakan dalamnya satu kefadhuan, adalah seumpama dia mengerjakan 70 kefardhuan dalam bulan selainnya." (Riwayat Ibn Khuzaimah, al- Munziri dan al-Baihaqi)

p/s: pilih yang utama! 


Thursday, December 8, 2011

DETIK-DETIK TERAKHIR SI PERANTAU DI BUMI KENYALANG


Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:” Barangsiapa yang bermusafir kerana menuntut ilmu pengetahuan, maka ia adalah dalam perjalanan Allah, sehinggalah ia kembali “.


 Alhamdulillah, Bersyukur kepada Allah SWT kerana terus dan terus memberikan ruang nikmat dari semua segenap sudut tanpa jemu, Selawat dan Salam Keatas Junjungan Mulia, Nabi Muhammad SAW yang sangat-sangat dicintai, kepada Kaum kerabat baginda, kepada Sahabat-sahabat yang sentiasa menemani Baginda tika senang mahupun susah sebagai tanda ketaatan mereka kepada Rasul mulia, kepada tabi' kepada tabi'in, kepada para ulama' dan Pejuang-pejuang yang terus mendokong cita-cita suci mereka untuk menegakkan agama-Nya. 


Alhamdulillah, entri kali ini adalah berkaitan dengan detik-detik terakhir Penulis bersama sahabat-sahabat sebelum balik ke pangkuan keluarga. Setelah sekian lama tidak balik ke Sabah, maka terpanggil pulang untuk teruskan perjalanan tarbiyyah dibumi sendiri. Semoga kesempatan yang ada bersama orang tersayang dapat dimanfaatkan dengan berbakti kepada mereka.Ayah!Bonda! tunggu..

“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang daripada keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan ‘ah!’, dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun). Dan hendaklah engkau merendah menghinakan diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurkanlah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.” (Surah Al-Israa’, ayat 23-24) 





Sempat juga Penulis bersama anak-anak Sabah yang menyambung pengajian dibumi Sarawak, melihat wajah-wajah mereka terubatlah juga kerinduan ini kepada bumi tercinta, insya'Allah, setelah habis pengajian Penulis bercita-cita untuk bermastautin dibumi kelahiran untuk meneruskan perjuangan bersama sahabat-sahabat.(punyai cita-cita murni yang masih dirahsiakan :)..) 

SARAWAK BUMI TARBIYYAH


Barangkali sudah takdir Allah SWT Penulis dihumban kesini untuk mengenal jalan-jalan perjuangan yang harus ditempuh, alhamdulillah bertemu dengan sahabat-sahabat yang bisa menunjukkan jalan menuju keredhaan. Disini bermulanya mengenal apa Tarbiyyah, cara menguasai siasah, dan memantapkan dakwah, namun masih banyak lagi yang perlu dipelajari. 




Masjid Al-Muhandisin jadi pilihan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Markas utama untuk menggerakkan dakwah Islamiyyah di bumi PoliKu. Disana juga Penulis merapatkan saf ukhuwwah dengan sahabat-sahabat. Malahan al-Muhandisin punya cerita yang bermakna buat diri Penulis.





Bersama anak-anak Sabah dalam penubuhan MARSIS cawangan Sarawak. Duta-duta Islam di bumi Sarawak, akan bersama mereka menggali lombong-lombong yang belum menjadi duta Islam disini. jangan risau, Allah tolong orang yang muliakan agama-Nya.

Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman dengan Tuhan mereka; dan Kami
tambahkan petunjuk kepada mereka.(Kahfi:13)





Si baju kuning yang sentiasa menjadi pendamping taktala hidup dalam kehausan semangat meneruskan hidup, menjadi teman suka dan duka dalam menggerakkan misi suci, Roomate yang setia menjadi teman selama setahun, siasahnya menjadi rujukan mahasiswa/i di bumi Poliku. Penggerak Kesatuan mahasiswa yang tak jemu menyampaikan suara-suara hak. wakil Pro-Mahasiwa yang hensem.hehe.


si Baju Merah yang comel bisa mencairkan anak-anak mad'u yang melawan cakap. punyai suara yang merdu dan lantang dalam membacakan ayat-ayat Allah. si Penjaga kebajikan sahabat-sahabat disisi. Teman setia dalam perjuangan. moga istiqamah!



 "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat]













 p/s: Kita semua Duta Islam.

Monday, December 5, 2011

KEWAJIBAN UMAT ISLAM DALAM PILIHANRAYA



Alhamdulillah setinggi kesyukuran ke hadrat Allah SWT atas kesempatan yang diberi untuk terus beribadat dan bertinta, moga apa yang cuba diusahakan akan mendapat keredhaan disisi Allah SWT. Usai membelek folder-folder didalam laptop tua pemberian abangku ini terjumpa satu artikel pdf yang bertajuk 'Kewajiban Islam dalam Pilihanraya' rasa teruja nak membaca. Penulis daripada seorang tokoh ulama' dan penulis yang tidak asing lagi pada masyarakat Islam Indonesia. Menurut maklumat Penulis kutip, meskipun meskipun buku ini mencapai 30,000 naskah dan lebih daripada dua kali cetakan namun masyarakat Islam khususnya di Malaysia masih lagi tidak terdedah secara langsung dengan isi kandungannya. Merasakan permasalahan ini perlu dibendung dan diberikan perhatian yang lebih luas lagi dalam usaha memulihkan persepsi dan 'rasa ringan' dalam kalangan masyarakat khusus terhadap kewajiban yang mereka abaikan ini, maka buku ini perlu diketengahkan dan dikongsi didalam laman-laman sosial seperti blog dan sebagainya, dan Penulis rasa terpanggil untuk berbuat demikian meskipun status Penulis masih lagi dalam kepompong 'tak bulih undi lagi' namun perlu dihadam seawal mungkin sebagai proses persediaan secara tidak langsung dijadikan ilmu tambahan.


Didalam persediaan menghadapi Pilihan yang kian dekat dan habanya makin suam, Penulis yakin para-para pejuang parti diluar sana sudah tidak sabar lagi untuk mempromosikan kehebatan parti mereka dan tidak sabar lagi untuk berbakti kepada masyarakat untuk menjamin kesejahteraan negara pada masa yang sama ingin menggapai matlamat suci mereka. Tidak kurang juga berdebarnya jiwa-jiwa para pengundi dan terus meneliti lagi parti mana mereka mereka nak undi, Penulis yakin bahawasanya rakyat bijak menilai siapa yang mereka patut jadikan pemerintah mereka. Makanya Penulis memuntahkan perkongsian ke laman ini untuk dijadikan panduan buat para Pengundi-pengundi yang berhajat untuk memilih pemerintah yang terbaik di hati kecil mereka. Selamat menghadam!

SIAPA YANG WAJIB DIPILIH?

Pilihanraya umum untuk perlembagaan dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Memilih wakil-wakil yang akan membuat undang undang dasar negara (perlembagaan) dan anggota parlimen kekuasaan tertinggi dan negara. Memilih ahlul halli wal ‘aqdi, orang kepercayaan ummat yang akan menentukan haluan negara.

Memilih pemimpin-pemimpin yang sanggup menjalankan hukum dan syari’at
Islam.Memilih ulil-amri yang akan diserahi mengemudikan negara, yang wajib dita’ati oleh kaum Muslimin:

“Wahai orang-orang yang beriman!, ta ‘atlah kepada ALlah dan ta’atlah kepada
Rasul dan orang-orang yang memerintah dan kalangan kamu (beriman)!
(Surah al-Nisa’: Ayat 59)

Ulil amri minkum!
Bukan ulil amri minhum!
Ulil amri yang dipilih dan diangkat oleh kaum Muslimin merupakan kepercayaan kaum
Muslimin. Ulil amri yang ta’at kepada ALlah dan RasulNya, bukan yang ingkar dan kufur kepada ALlah dan RasulNya.
Ulil amri yang demikian itu yang wajib dita’ati oleh ummat Islam dan wajib
dipilih serta dicari oleh ummat Islam:

“Sesungguhnya, hanya sanya pemimpin kamu adalah ALlah, RasulNya dan
orang-orang yang beriman yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka adalah orang-orang yang ruku’ (tunduk dan patuh kepada titah perintah ALlah Subhanahu Wa Ta ‘ala)”.
(Surah al-Ma’idah: Ayat 55)

“Dan barangsiapa yang berketuakan kepada ALlah, RasulNya dan orang-orang
yang beriman, maka sesungguhnya Parti ALlah itulah yang mencapai
kemenangan”.
(Surah al-Ma’idah: Ayat 56)

Itulah ketetapan dan ketentuan al-Qur’an, yang wajib dijadikan pedoman dan
pegangan bagi kaum Muslimin, dalam menetapkan sikap dan pendirian, memilih wakil kepercayaan untuk perlembagaan dan parlimen yang akan datang.

Ummat Islam hendaklah memilih orang yang dipercayai ‘aqidahnya, di lapangan apa dia berjuang. Jangan sampai tertipu atau terkicuh dengan orang-orang yang pandai dalil, pandai berpidato membawakan ayat-ayat al-Qur’an dan hadith, untuk kepentingan politik sekular mereka.
Golongan ini suka beramah-tamah dengan kaum Muslimin untuk kepentingan
politik ‘asabiyah mereka yang sesat.

Periksa dahulu imannya, ta’atnya kepada hukum ALlah dan RasulNya,
sembahyangnya, puasanya dan dasar serta parti perjuangannya Semuanya itu menjadi ukuran yang tajam dalam menentukan layak atau tidaknya dia dipilih sebagai pemimpin dan dijadikan pilihan oleh kaum Muslimin.

Dalam al-Qur’an bukan sahaja ditunjukkan siapakah orang yang berhak
dijadikan (dipilih) menjadi pemimpin (orang diberi kepercayaan) tetapi juga dijelaskan, siapakah yang tidak boleh dipilih dan yang tidak boleh dipercaya oleh kaum Muslirnin.
Firman ALlah:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai ketua sebahagian mereka menjadi ketua sebahagian yang lain. Barangsiapa di kalangan kamu yang menjadikan mereka sebagai pemimpin maka sesungguhnya ia jadi dari golongan mereka (Yahudi dan Nasara). Sesungguhnva ALlah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang Zalim”.
(Surah al-Maidah: Ayat 51)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan (pemimpin atau
ketua) orang-orang yang men jadikan agama kamu sebagai ejekan dan
permainan, daripada ahli kitab yang sebelum kamu, dan (janganlah kamu
jadikan) orang-orang kafir sebagai ketua, dan takutlah kepada ALlah, jika kamu sungguh-sungguh orang yang beriman”.
(Surah al-Ma’idah: Ayat 57)

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu ambil sebagai sahabat. setia
(bitanah) lain daripada golongan kamu; mereka itu tidak henti-hentinya berikhtiar menarik kecelakaan atas kamu, mereka itu suka apa yang menyusahkan kamu. Sesungguhnya kebencian telah terbit dan mulut-mulut mereka itu, tetapi apa yang tersembunyi dalam hati mereka itu adalah lebih besar. Kami telah terangkan tanda-tanda kepada kamu, jika kamu (mahu berfikir)”.
(Surah Ali-Imran: Ayat 118)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang kafir itu sebagai ketua (pemimpin); padahal mereka itu bukan dan kalangan Mu‘minin; apakah kamu mahu mengadakan satu alasan yang nyata bagi ALlah buat (menghukum) kamu?”
(Surah al-Nisa’: Ayat 144)

“Ingatlah! kamu ini mencintai mereka itu sedang mereka tidak cinta kepada
kamu, dan karnu percaya kepada seluruh kandungan isi al-Qur’an sedang
mereka itu apabila bertemu dengan kamu, mereka itu mengakui:
“Kami beriman”, tetapi apabila berpisah, mereka gigit jari-jari mereka lantaran
marah bercampur benci kepada kamu. Katakanlah kepada mereka: “Matilah
kamu bersarna kemarahan kamu itu “, ALlah mengetahui apa yang terkandung
di dalam dadamu”.Surah Ali-’Imran: Ayat 119)

JANGAN SALAH TAFSIR

Akan tetapi, Saudara janganlah salah tafsir, jangan salah hemat.
Jikalau kita mengemukakan pendirian kita dengan dasar al-Qur’an, seperti
yang kita bentangkan di atas, jangan saudara ertikan bahawa ummat Islam akan “talaq tiga” dengan golongan lain, parti yang berdasarkan lain kepada Islam. Jangan saudara tafsirkan bahawa ummat Islam akan berkerat rotan dengan golongan yang berkeyakinan dan berfalsafah lain, beragama dan berkepercayaan lain.

Jangan saudara sangka umat Islam tidak mahu berhubungan dengan golongan
yang bukan Islam, ‘uzlah mengasingkan diri dari ‘alam pengaulan masyarakat
manusia. Tidak ada larangan dalam agama, bagi kaum Muslimin akan bermu’amalah, campur-gaul dengan onang dan golongan yang tidak seiman dan se’aqidah dengan mereka:

“ALlah tidak melarang kamu dari orang-orang yang tidak memerangi kamu
dalam agama, dan tidak mengusir kamu dari negerimu sendiri, bahawa berbuat dan berlaku adil kamu kepada mereka’.
(Surah al-Mumtahanah: Ayat 8)



Boleh bermu’amalah, bercampur-gaul, bermasyarakat, berjual beli, berhutang-piutang, gadai menggadai dengan orang bukan Islam. Perempuan ahli kitab boleh dikahwini oleh orang Islam, dan isteri ahli kitab itu
wajib diberi nafkah dan belanja yang cukup oleh suami Muslim, itu dapat menjalankan agamanya.

Dalam satu negara Islam, gereja-gereja Kristian dan rumah rumah ibadat
Yahudi tidak boleh diganggu. Pada suatu hari ketika RasuluLlah SallaLlahu ‘alaihi wasal lam, berada di tengah-tengah sahabatnya, datanglah serombongan orang-orang yang sedang membawa jenazah Yahudi. RasuluLlah SallaLlahu ‘alaihi wa sallam, memutuskan percakapan dan berdiri dengan segala kehormatan. Setelah nombongan itu benlalu, bertanyalah seorang sahabat: Mengapa tuan berdiri? Apakah tidak tahu, bahawa itu hanya Jenazah seorang Yahudi belaka?
”
Nabi SallaLlahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Aku tahu, tetapi apakah seorang
Yahudi itu bukan manusia, yang berada di muka bumi ALlah? Bukankah ia
mempunyai roh yang tak kunjung mati dan akan hidup untuk selama-lamanya di suatu tempat yang tersedia baginya?”

Akan tetapi urusan pimpin-memimpin dalam satu perjuangan kaum Muslimin
untuk mencapai satu cita-cita kenegaraan, untuk menyempurnakan berlakunya
hukum-hukum Islam, Untuk satu susunan pemenintahan yang akan didasarkan
kepada Islam .. ini soal yang berlainan!
Cuba tunjukkan satu contoh bahawa RasuluLlah pernah membantu kaum kafir
buat satu pemenintahan yang bakal diatur bukan secara Islam, padahal orang yang
bakal duduk di bawah pemerintahan itu adalah tidak berdasarkan kepada Islam!
Bermu’amalah sehari hari lain, berjihad untuk menegakkan hukum Islam, lain.
Sebab ini bukan urusan benjual beli, bukan urusan berhutang-piutang, bukan
urusan makan-memakan santapan, bukan masalah kahwin dengan perempuan ahli. kitab, bukan masalah bertukar hadiah, bukan urusan menyertai bersama dalam perdagangan dan yang semacam dengannya — dalam urusan pergaulan harian. Adapun dalam urusan pimpin-memimpin dan percaya mempercayai dalam jihad dan perjuangan sebagaimana yang kita sebutkan di atas, dengan tegas dan terang-terang pula RasuluLlah SallaLlahu ‘alaihi wa sallam, mengadakan peraturan dan batas (disiplin) yang cukup jelas.

Baik terhadap orang kafir yang terang-terangan, ataupun munafiq yang pura-pura. Islam, atau mereka yang menjadikan agama buat main-main dan olok-olok, atau orang Islam keturunan ibu bapa semata-mata (Islam geografi kata Amir Syakib Arselan); yang tidak memakai tanda-tanda ke Islaman dan keImanan pada sisinya yang berupa ‘amal ‘ibadah yang membezakan antara kafir dan Islam.


Dilihat dan dasar nasionalisme (kebangsaan), tidak ada halangan umpamanya
meletakkan orang-orang yang bernama Melayu (yang belum tentu Islam atau tidak), memegang teraju dan memimpin perjuangan ummat Islam — dan tidak ada salahnya orang Islam memasuki parti yang tidak memperjuangkan Islam. Tidak ada halangan kalau dilihat dani sudut kebangsaan, ditinjau dan segi nasionalisme.Akan tetapi apakah layak dan halal bagi kaum Muslimin berketuakan kepada manusia seumpama itu?

Berpemimpinkan kepada orang-orang dan golongan yang kita sebutkan di atas?

Apakah layak dan halal bagi kaum Muslimin meletakkan dan menyerahkan
pimpinan ke dalam tangan mereka ini; kepada kaum atau golongan yang menolak dasar Islam dan menjadi peraturan negara dan masyarakat?

Padahal sudah tidak ragu lagi, bahawa rezeki ini sebagai orang kafir, orang-orang Kristian, Buddha dan sebagainya. Kalau tidak hendak dinamakan memusuhi paling sedikit, tidak suka kepada perlaksanaan atau berjalannya hukum dan peraturan Islam.

Padahal sudah tenang bahawa pemimpin-pemimpin nasionalisma dan
‘asabiyyah itu tidak sudi melihat berlakunya dasar Islam dalam negara dan
masyarakat Malaysia ini. Sesungguhnya tidak!

Tidak pantas dan tidak layak, sekali-kali tidak halal, walaupun mereka ini berbangsa Melayu, meskipun mereka bercita-cita menerapkan nilai-nilai Islam menurut nafsu mereka sendiri. Sekali lagi kita tegaskan di sini:
Mu’amalah dan pergaulan dalam kehidupan sehari-hari ãdalah lain, pimpin memimpin dalam jihad dan perjuangan mencapai cita-cita kesempurnaan menegakkan syariat Islam untuk keselamatan dan kesejahteraan manusia sejagat khususnya dalam kehidupan bernegara adalah lain.



Dengan segala rasa hormat, kita harapkan agar orang jangan salah tafsir; kalau kita tegaskan bahawa mereka yang bukan Islam atau berfaham nasionalisme (kebangsaan) tidak boleh dijadikan oleh kaum Muslimin sebagai pemimpin, sebagai orang ke percayaan, sebagai ulil amri kaum Muslimin dalam perjuangan kaum Muslimin; sebagai ahlul halli wal ‘aqdi—kalau kita berkata begitu, tidaklah kita “menghasut” atau “memecah belahkan” atau sebagainya.


Akan tetapi, dengan ini kita mengatakan, menilaikan kewajipan, kita
menyampaikan kepada kaum Muslimin sendiri, peringatan-peringat peraturan dan ketentuan dari kita sendiri berkenaan dengan memilih ketua dan pemimpin kita sendiri. Di samping penolakan beberapa jenis orang-orang yang tidak halal bagi orang Islam menjadikan mereka ketua dan pemimpin — seperti yang telah kita kemukakan diatas dalam beberapa ayat al-Qur’an — dalam mencurahkan segenap kepercayaan,maka dengan tegas pula ALlah Subhanahuwa Ta’ala menetapkan:

“Hanya sanya pemimpin karnu adalah ALlah, RaulNya dan orang—orang’ yang
berirnan, yang mendirikan sembahyang dan mengeluarkan zakat, sedang
rnereka adalah orang-orang yang ruku’ (tunduk patuh kepada titah perintah
ALlah)”
(Surah al-Ma’idah: Ayat 55).

p/s: insya'Allah akan bersambung lagi. semoga bermanfaat buat kita. "gua ikut enta"!










Saturday, December 3, 2011

PASTI, lagi satu di Batu Kawa

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarokatu, Alhamdulillah sekali lagi diberikan peluang, dihamparkan idea kedalam minda untuk terus bertinta dan istiqamah dalam wadah serba canggih ini, terima kasih Allah. Selawat dan salam keatas junjungan mulia, Nabi Muhammad SAW yang dikasihi, selamat sejahter kepada kaum kerabat, sahabat-sahabat, para tabi', para tabi'in, kepada para ulama' yang terus mencurah-curahkan ilmu dari segenap sudut yang tidak lain tidak bukan hanyalah untuk kepentingan Islam, seterusnya kepada mereka yang bergelar pejuang yang mimpi nak Syahid dijalan Allah SWT, yang mengikhlaskan diri untuk berintima' dalam medan perjuangan Islam, semoga kita berada dalam perlindungan Allah SWT.


Alhamdulillah sekembali sahaja daripada medan amal sebentar tadi minda terus dihinggapi secebis idea untu dikongsikan kepada saudara-saudara pembaca."Melahirkan Insan Soleh di Malaysia Melalui Pendidikan Pra Sekolah sebagai Elemen Terpenting", Itulah visi Pusat 
Asuhan Tunas Islam (PASTI) yang merupakan pusat asuhan kanak-kanak yang mana hari ini begitu menarik perhatian masyarakat. Berdasarkan rekod, bilangan PASTI di Malaysia hampir mencecah dua ribu buah. Apa yang istimewanya pada PASTI ini sehingga silibus pelajaran PASTI diiktiraf di peringkat Kementerian Pelajaran dan dijadikan sebagai rujukan. Bahkan dalam perhimpunan Agung UMNO baru-baru ini, Penulis sempat menonton tayangan video yang mana seorang perwakilan daripada Kedah, memuji akan kehebatan PASTI, memuji silibus-silibus yang terhadap dalam pembelajaran PASTI sehinggakan beliau menyarankan agar silibus-silibus PASTI ini turut diamalkan dalam pusat-pusat asuhan yang lain. Menurut maklumat, pusat asuhan kanak-kanak PERMATA juga turut mengikuti silibus pembelajaran yang ada dalam PASTI. Alhamdulillah.


PASTI kini melebarkan sayapnya ke Borneo dan di Sabah sahaja PASTI ini mendapat sambutan yang menggalakkan dari rakyat Sabah apabila ia mencecah hampir 55 buah pasti dan penulis menerima maklumat ada sebuah PASTI di Sabah dimana pelajar n guru di PASTI berkenaan 100% non muslim dan pendekatan di ambil untuk PASTI sebegini hanya menekankan 3 M iaitu membaca, menulis dan mengira. Alhamdulillah, semoga usaha-usaha ini berterusan, bagi pandangan Peribadi Penulis,  tumbuhnya pusat-pusat asuhan kanak-kanak seperti PASTI ini adalah satu jalan yang terbaik untuk memberikan pendedahan awal ilmu tidak kiralah ilmu fardhu 'ain mahupun fardhu kifayah. Dengan pendekatan dan usaha sebegini maka lahirlah satu generasi yang kita impikan selama ini iaitu generasi al-Quran yang hebat! 








Begitu juga di Kuching, Alhamdulillah penubuhan-penubuhan PASTI di kawasan Kuching sudah makin bertambah.Dengan sokongan daripada masyarakat setempat, tidak sampai 5 tahun, 8 buah PASTI kini telah dibuka dan aktif di seluruh Sarawak. Insya'Allah satu PASTI lagi akan dibangunkan dikawasan kampung Segedup Batu Kawa Kuching. Alhamdulillah untuk langkah yang pertama Penulis dan sahabat-sahabat Penulis baru sahaja selesai menceriakan PASTI di kampung Segedup yang diberi nama PASTI MARDHATILLAH.
















Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu katanya,, Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim).


P/s: Bagi kaum-kaum tua atau yang belum tua yang ada anak yang masih kecil, khususnya bagi mereka yang tinggal Kawasan Batu Kawa, hantarlah anak-anak kamu ke PASTI MARDHATILLAH ni, insya'Allah anak PASTI diberkati!

Friday, December 2, 2011

KITAB NUKILAN YUSUF QARADHAWI YANG DIMILIKI

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarokatu, Alhamdulillah pertama-tama merafa'kan segunung kesyukuran kepada Allah SWT diatas limpahan kurnia dan nikmat-Nya, Selawat dan salam ke atas junjungan mulia yang sangat dikasihi dan dihargai jasa-jasanya, Baginda tidak lain tidak bukan hanyalah Nabi Muhammad SAW, seorang hamba Allah yang paling sempurna, seorang pemimpin negara yang berjiwa besar, seorang ayah yang hebat! Seorang ketua angkatan tentera yang mantap! seorang guru yang berkarisma tinggi! Seorang pendakwah yang mudah didekati dan didengari nasihatnya. Salam sejahtera juga kepada Kaum kerabat,  sahabat-sahabat Baginda, para tabi' tabi'in, kepada para mujaddid, para ulama' seterusnya kepada para pendokong Islam yang tak pernah mengenal erti jemu dalam menegakkan panji-panji Islam yang ditumbang pihak-pihak pelampau!

Teringat dengan firman Allah SWT yang bercakap perihal 'ilmu' dan 'orang-orang yang berilmu' yang bermaksud:

“Katakanlah: Adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu”. (Az-Zumar:9)

Allah memberikan hikmah (ilmu pengetahuan) kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan orang-orang yang diberikan ilmu pengetahuan beerti ia telah diberikan kebaikan yang banyak”. (Al-Baqarah:269)

Alhamdulillah dalam masa terdekat ini Penulis berjaya mengumpul beberapa buah buku yang berjaya dihasilkan oleh seorang profesor yang Penulis sanjungi, beliau ialah Dr.Yusuf Al-Qaradhawi yang juga merupakan pengerusi kesatuan ulamak Islam Sedunia, beliau yang mendapat acuan tarbiyyah daripada Ikhwanul Muslimin. Beliau yang pernah bertemu As-Syahid Imam Hasan Al-Banna dan pernah mendekam didalam penjara beberapa tahun bersama dengan sahabat-sahabat perjuangan  Sayid Sabiq, Syeikh Muhammad Al-Ghazali dan sahabat-sahabat Ikhwan yang lain.

gambar: Dr. Profesor Yusuf Al-Qaradhawi (Pengerusi Kesatuan Ulamak Islam Sedunia)

Antara buku-buku beliau yang telah Penulis miliki ialah buku fiqh keutamaan, fiqh kenegaraan dan fatwa-fatwa Beliau. Pandangan Penulis pada hasil nukilan beliau ini adalah cukup berat untuk dihadam oleh Penulis barangkali kerna dosa-dosa dalam diri ini menyebabkan mudah untuk menghadam ilmu-ilmu Allah ini. Walaupun berat untuk dihadam namun banyak ilmu yang penulis kutip dan Penulis mula menelaah dengan lebih serius lagi buku-buku ini, Insya'Allah segala hidup yang dihadam ini boleh dijadikan sebagai bahan pengisian dan perkongsian dan seterusnya diaplikasikan oleh sahabat-sahabat Dai'e yang lain. Antara buku yang Penulis maksudkan ialah:-


gambar:fiqh keutamaan yang perlu dihadam oleh para pendokong Islam sekarang.



gambar: Fiqh kenegaraan, pendekataan dalam lingkungan Politik Islam yang sebenar.


Buku-buku ini seharusnya perlu ada pada setiap pendokong-pendokong Islam terutamanya bagi mereka yang berintima' dalam gerakan-gerakan Islam. Buku-buku ini adalah antara salah satu penambah rasa dan perisa dalam menghayati erti perjuangan Islam yang sebenar. Bagi penulis, buku-buku Ilmiah seakan ini Penulis jadikan sebagai teman dan Naqib Penulis dikala kesepian dan keseorangan taktala tidak ada sahabat-sahabat yang mendampingi disisi yang berperanan sebagai Cermin pandang penulis dikala berada dalam kealpaan.


Penulis masih lagi dalam proses berusaha untuk mendapatkan sebuah lagi buku Dr. Yusuf Al-Qaradhawi iaitu fiqh Ekonomi Islam untuk menjadikan set lengkap.





gambar: antara koleksi yang berjaya dikumpul tahun ini.

P/s: syukran Jiddan kepada sahabat dan sahabiyah yang sudi menghadiahkan buku kepada Penulis, marilah kita sama-sama mengahayati sepotong hadith Rasulullah khas ditujukan bagi mereka yang gemar menyampaikan ilmu kepada orang lain,


Ibnu Majah meriwayatkan daripada Sahal Bin Mu'az bin Anas, daripada bapanya bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda (mafhumnya): " Barangsiapa yang mengajarkan satu ilmu maka baginya pahala orang yang mengamalkannya sedangkan tidak mengurangkan pahala orang yang mengamalkannya." Hadith Shohih Sunan Ibnu Majah.